Audrey / VIIIC / 17
Reklamasi pantai adalah penimbunan laut dengan tanah untuk mendapatkan bidang lahan dengan luasan tertentu di daerah pesisir dan laut. Reklamasi sendiri berasal dari kata bahasa inggris yaitu, reclamation yang memiliki makna pekerjaan memperoleh tanah. Reklamasi memiliki tujuan untuk meningkatkan sumber daya alam lahan dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan cara pengeringan lahan atau pengerukan tanah dengan menambahkan tanah dalam jumlah volume tertentu ke dalam laut dan daerah pesisir pantai. Kegiatan ini banyak dilakukan di Indonesia, namun pada prakteknya, kebanyakan reklamasi pantai yang dilaksanakan di Indonesia tidak memenuhi kriteria definisi tersebut.
Reklamasi pantai tentunya memiliki dampak, baik berupa dampak positif, maupun dampak negatif. Dikutip dari https://dislautkan.jogjaprov.go.id/, dampak positif reklamasi pantai antara lain, tertatanya kawasan pantai, meningkatkan arus investasi, dan pengembangan ruang wisata baru. Sementara itu dampak negatif yang ditimbulkan akibat reklamasi pantai adalah, perubahan ekosistem, ancaman hilangnya mata pencaharian nelayan, masalah penyediaan air bersih, dan masih banyak lagi.
Salah satu dampak negatif yang paling mengkhawatirkan adalah adanya perubahan ekosistem pesisir. Tentunya perubahan ekosistem yang terjadi dapat mengubah kondisi fisika-kimia dan biologis (aspek hidrologi, substrat/sedimen, dan biota) ekosistem pesisir dan dapat berdampak pada keanekaragaman hayati. Dilihat dari https://theconversation.com/, telah dilakukan penelitian mengenai dampak reklamasi bagi ekosistem pesisir, dan hasilnya menunjukkan penurunan keanekaragaman plankton tumbuhan (fitoplankton) dan biota dasar perairan (makrozoobenthos) pada tahun 2016. Penelitian tersebut juga menunjukkan hilangnya hutan mangrove akibat reklamasi dan tentunya berdampak pada sistem ekologis hutan mangrove itu sendiri.
Dilakukannya reklamasi pantai memang tidak sepenuhnya salah, namun tetap harus memperhatikan akibat yang ditimbulkan bagi lingkungan sekitarnya. Alangkah baiknya jika kita mengurangi adanya reklamasi pantai, dan kalau memang sangat dibutuhkan, kita wajib tahu batasan kita dalam melakukan reklamasi tersebut. Jangan sampai kita merusak ekosistem alam sekitar dan menimbulkan efek buruk lainnya. Oleh sebab itu, ayo kita sama-sama mengurangi reklamasi pantai di Indonesia ini.
Nah, kita sudah tahu salah satu dampak negatif akibat adanya reklamasi pantai. Selain yang disebutkan tadi, masih banyak dampak negatif lain yang ditimbulkan karena melakukan reklamasi pantai, apalagi jika dilakukan secara berlebihan. Karenanya, mulailah lebih memperhatikan tindakan reklamasi pantai terutama yang dilakukan di Indonesia. Jangan sampai kita melakukan reklamasi secara terus menerus dan membahayakan ekosistem pesisir di Indonesia ini.

baguss
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeletePunya Kak Reyy kerenn🤩
ReplyDeleteKerennn!!💗
ReplyDeletekerennn
ReplyDeleteBagus. Semangat terus ya!
ReplyDeletekecee dyy..
ReplyDeleteKeceee
ReplyDeleteBagus dreyyy semangat ganbatte :D
ReplyDeletekerenn, semangat ya
ReplyDeletekemren dree
ReplyDeleteSaya setuju kalau reklamasi ini dampaknya banyak negatif nya :]
ReplyDeleterapi banget, baguss ��
ReplyDeleteaaa baguss banget!! smangatt drey!
ReplyDeleteWih komennya udah banyakk...semangat
ReplyDeletemantepp dreyy
ReplyDeletecool!
ReplyDeleteWahh kerenn bgt rey!
ReplyDeleteCool👍🏻
ReplyDeleteMantapp Audreyy
ReplyDeletewowowo kerennn
ReplyDeleterapii banget, baguss!!
ReplyDeleteasyikkk keren bangettt dreyy
ReplyDeleteWahh baguss bgt reyy:>
ReplyDeleteMantaf
ReplyDeletekereeenn
ReplyDeletebaguss Audreyy( ╹▽╹ )
ReplyDeletekeren bro
ReplyDeleteTerus berlanjut ya Audrey... Jangan berhenti berkarya untuk membagi pengetahuan
ReplyDeleteMantap. Terus memberi info bermanfaat ya.
ReplyDeleteMANTAPP
ReplyDeleteBagus Audrey semangat!
ReplyDeleteKeren!
ReplyDeleteWah, keren!!
ReplyDeleteKeren
ReplyDelete